Tradisi Nyadran di Makam Ndzakirin, Sekaran, Watugedug

12 Februari 2026
MISTIJAN
Dibaca 676 Kali
Tradisi Nyadran di Makam Ndzakirin, Sekaran, Watugedug

Tradisi nyadran kembali dilaksanakan di Makam Ndzakirin yang terletak di Padukuhan Watugedug, Kalurahan Guwosari. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh warga padukuhan serta masyarakat sekitar sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus pelestarian adat budaya Jawa yang sarat nilai religius.

Nyadran Makam Ndzakirin diawali dengan kerja bakti membersihkan area makam. Warga secara gotong royong membersihkan lingkungan sekitar, merapikan makam, serta menyiapkan sarana pendukung kegiatan. Suasana kebersamaan tampak kental, mencerminkan semangat persatuan dan kepedulian sosial antarwarga.

Acara inti nyadran diisi dengan doa bersama dan tahlil yang dipanjatkan untuk arwah para leluhur, khususnya para tokoh yang dimakamkan di Makam Ndzakirin. Doa dipimpin oleh KH. Samani sesepuh dan tokoh agama setempat, dengan harapan agar para almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Puncak kegiatan nyadran ditandai dengan pengajian yang disampaikan oleh KH Maimoen Mabarun. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan pentingnya mendoakan para leluhur sebagai bentuk bakti kepada orang-orang yang telah berjasa dalam membangun dan menjaga nilai-nilai keislaman serta kebudayaan di lingkungan masyarakat.

KH Maimoen Mabarun juga mengajak jamaah untuk menjadikan tradisi nyadran sebagai sarana introspeksi diri, memperkuat iman, serta menumbuhkan rasa syukur atas nikmat kehidupan. Menurut beliau, nyadran bukan sekadar tradisi, tetapi juga momentum mempererat hubungan manusia dengan Allah SWT dan sesama manusia.

Kegiatan pengajian berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Warga menyimak tausiyah dengan antusias, menciptakan suasana religius yang menyejukkan hati. Kehadiran berbagai lapisan masyarakat, mulai dari orang tua hingga generasi muda, menunjukkan bahwa tradisi nyadran masih dijaga dan dihormati.

Melalui pelaksanaan Nyadran Makam Ndzakirin ini, warga Padukuhan Watugedug berharap nilai-nilai kebersamaan, keimanan, dan kearifan lokal dapat terus dilestarikan. Tradisi ini diharapkan menjadi pengingat akan pentingnya menghormati leluhur sekaligus memperkuat ukhuwah islamiyah di tengah kehidupan bermasyarakat.

Tradisi Nyadran di Makam Ndzakirin, Sekaran, Watugedug
Tradisi Nyadran di Makam Ndzakirin, Sekaran, Watugedug