Inovasi Sobat Bumi UNY, Dorong Budidaya Lele dengan Panel Surya dan Pemberdayaan Ekonomi Iroyudan

26 Oktober 2025
Shobat Bumi UNY
Dibaca 364 Kali
Inovasi Sobat Bumi UNY, Dorong Budidaya Lele dengan Panel Surya dan Pemberdayaan Ekonomi Iroyudan

IROYUDAN, GUWOSARI, BANTUL- Penerima Beasiswa Sobat Bumi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil membuktikan bahwa energi terbarukan adalah kunci kemandirian desa. Melalui program Desa Energi Berdikari (DEB Sobat Bumi), mereka mengoptimalkan pemanfaatan panel surya di Dusun Iroyudan, Bantul, yang berfokus pada penguatan sektor pertanian dan budidaya lele. Program yang telah berjalan sejak bulan Mei hingga Oktober 2025 didukung oleh Pertamina Foundation ini sukses membawa efisiensi dan keberlanjutan ekonomi bagi warga Iroyudan.

Dari Biaya Tinggi ke Efisiensi Mandiri

Proses pemasangan empat panel surya yang terletak di ladang KWT Lebah Emas, Iroyudan

Dusun Iroyudan dikenal memiliki potensi dalam pertanian terpadu dan budidaya lele kolam vertikal yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Lebah Emas. Namun, operasional pompa air dan penerangan kolam memerlukan biaya listrik yang tinggi, yang menjadi hambatan utama pertumbuhan ekonomi warga. 

Menjawab tantangan tersebut, tim Sobat Bumi UNY menggagas solusi energi surya. Setelah sosialisasi dan edukasi mengenai energi baru terbarukan, tim memasang empat unit panel surya dengan total daya 2.200 Wp. Energi bersih ini kini menggerakkan dua pompa air submersible, menyalakan enam lampu, dan mengairi 26 kolam lele milik warga, secara signifikan menekan biaya operasional. Untuk menjamin keberlanjutan, dibentuk pula Tim Panel Surya dari warga lokal yang bertugas mengelola dan merawat sistem.

Penguatan Budidaya Lele dan Ekonomi Lokal

26 kolam ikan lele milik KWT Lebah Emas hasil integrasi dengan panel surya Sobat Bumi UNY (Dok/Sobat Bumi UNY)

Program ini tidak hanya fokus pada energi, tetapi juga langsung menyentuh penguatan ekonomi di sektor perikanan. Tim Sobat Bumi UNY membantu KWT Lebah Emas dengan menyediakan sarana produksi tambahan, termasuk enam kolam pembenihan lele baru, 3.600 bibit lele unggul, dan 100 kilogram pakan. Langkah ini bertujuan meningkatkan produktivitas hasil panen lele sekaligus memperkuat ketahanan pangan warga.

Lebih lanjut, masyarakat dilatih untuk mengolah hasil budidaya menjadi produk bernilai jual tinggi, seperti nugget lele dan stik tulang lele. Produk olahan ini diarahkan untuk menjadi bagian dari Program Makanan Tambahan (PMT) bagi anak-anak PAUD dan TK setempat, yang sekaligus meningkatkan asupan gizi anak sejak dini. Pelatihan kewirausahaan, yang mencakup branding, pemasaran digital, dan manajemen keuangan, juga diberikan untuk memastikan hasil produksi dapat dipasarkan secara luas dan berkelanjutan.

Ketua KWT Lebah Emas, Siti Hazaroh, mengungkapkan rasa syukurnya, “Kami telah dibantu secara maksimal untuk mengoptimalkan hasil perikanan lele, dan sudah diberikan pelatihan untuk mengolahnya sehingga kami bisa memproduksi produk seperti stik tulang lele dan nugget lele.”

Dampak Nyata: Hemat Biaya dan Peningkatan Pendapatan

Beberapa rangkaian acara launching dan bazar desa energi berdikari (Dok/Sobat Bumi UNY)

Rangkaian program ditutup dengan acara Launching & Bazar Desa Energi Berdikari pada 19 Oktober 2025, yang dipenuhi antusiasme warga. Dampak dari program ini terukur nyata:

  • Penghematan Biaya: Panel surya 2.200 Wp mampu menghemat biaya listrik hingga Rp 250 ribu per bulan (sekitar Rp 3 juta per tahun).
  • Penurunan Emisi: Program ini turut berkontribusi menurunkan emisi karbon sebesar 1.824 kilogram CO₂ per tahun.
  • Peningkatan Ekonomi: Penjualan produk olahan lele meningkatkan pendapatan warga sekitar Rp 500 ribu per bulan.

Secara keseluruhan, program ini memberi manfaat langsung bagi 20 anggota KWT Lebah Emas, 25 wali murid PAUD dan TK, serta puluhan warga Dusun Iroyudan. Selain itu, aspek lingkungan juga diperkuat dengan penanaman 12 pohon nangka untuk menjaga ketahanan pangan dan menyerap emisi karbon sebesar

Kepala Dusun Iroyudan, Muh. Hisyam, mengapresiasi, “Terima kasih atas semua pihak yang terlibat. Sekarang Dusun Iroyudan punya kegiatan positif yang sangat bermanfaat, terutama untuk kelompok KWT Lebah Emas.”

Program DEB Sobat Bumi UNY ini membuktikan sinergi antara energi bersih, pemberdayaan ekonomi, dan pelestarian lingkungan dapat berjalan harmonis. Melalui kolaborasi mahasiswa, masyarakat, dan Pertamina Foundation, Dusun Iroyudan kini menjadi contoh desa yang tidak hanya mandiri secara energi, tetapi juga semakin berdaya secara ekonomi.