Hangatnya Kebersamaan Kenduri Selikuran di Karangber, Do'a Bersama hingga Buka Puasa Warga

13 Maret 2026
WHEWEN LAIL SHAPUTRA
Dibaca 216 Kali
Hangatnya Kebersamaan Kenduri Selikuran di Karangber, Do'a Bersama hingga Buka Puasa Warga

Suasana penuh kebersamaan dan kekhidmatan terasa di Padukuhan Karangber saat masyarakat menggelar tradisi Kenduri Selikuran pada Selasa, 10 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung di rumah Dukuh Karangber ini menjadi momentum bagi warga untuk berkumpul, berdoa bersama, sekaligus mempererat tali silaturahmi di bulan suci Ramadhan.

Acara diawali dengan pembukaan yang dihadiri oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Warga datang dengan membawa hidangan kenduri sebagai bentuk partisipasi dan kebersamaan. Tradisi ini telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Karangber dalam menyambut malam-malam akhir Ramadhan yang penuh keberkahan.

Dalam kesempatan tersebut, Whewen Lail Shaputra, S.Pd, selaku Dukuh Karangber menyampaikan sambutan sekaligus rasa terima kasih kepada seluruh warga yang tetap menjaga dan melestarikan tradisi Kenduri Selikuran. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan meningkatkan nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan dzikir dan tahlil yang dipimpin oleh Busrowi selaku Kaum Rois Karangber. Lantunan doa yang dipanjatkan bersama menghadirkan suasana khusyuk dan penuh ketenangan, sebagai wujud harapan agar masyarakat senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan keberkahan dalam menjalani kehidupan.

Kegiatan semakin bermakna dengan adanya pengajian yang disampaikan oleh Bapak H. Moh Wahdan. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak masyarakat untuk memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan memperbanyak ibadah, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Menjelang waktu berbuka puasa, seluruh warga yang hadir menikmati momen buka puasa bersama. Suasana hangat terasa ketika warga duduk berdampingan, berbagi hidangan, dan bercengkerama dalam nuansa kekeluargaan yang kental.

Sebagai penutup, dilakukan pembagian kenduri kepada warga yang hadir. Tradisi Kenduri Selikuran ini tidak hanya menjadi kegiatan adat semata, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, gotong royong, dan rasa syukur masyarakat Karangber dalam menyambut keberkahan bulan suci Ramadhan.

Hangatnya Kebersamaan Kenduri Selikuran di Karangber, Do'a Bersama hingga Buka Puasa Warga
Hangatnya Kebersamaan Kenduri Selikuran di Karangber, Do'a Bersama hingga Buka Puasa Warga