Eksplorasi Kerajinan Bathok SDIT Salsabila 5 Purworejo di Desa Wisata Kampung Santan
GUWOSARI – Suasana Desa Wisata Kampung Santan, Guwosari, Pajangan, Bantul, tampak lebih ramai dari biasanya pada Kamis, 5 Februari 2026. Sebanyak 320 siswa dari kelas 4, 5, dan 6 SDIT Salsabila 5 Purworejo hadir untuk mengikuti kegiatan field trip edukatif di sentra kerajinan tempurung kelapa "Mekar Asri".
Didampingi oleh 24 guru pembimbing, rombongan besar ini disambut hangat oleh pengelola Desa Wisata Kampung Santan beserta para pengrajin lokal. Kunjungan ini bertujuan untuk mengenalkan siswa pada pemanfaatan limbah alam menjadi barang bernilai seni dan ekonomi tinggi.
Belajar Langsung dari Sang Ahli
Kegiatan dimulai dengan sambutan dari pihak pengelola desa wisata yang memaparkan sejarah Kampung Santan sebagai pusat kerajinan bathok (tempurung kelapa) yang sudah merambah pasar internasional.
Para siswa tidak hanya sekadar melihat-lihat hasil jadi, tetapi juga diajak masuk ke dapur produksi. Di sana, mereka melihat bagaimana sebuah tempurung kelapa yang kasar dan kotor bisa bertransformasi menjadi, alat rumah tangga (centong, mangkuk, gelas), aksesoris (kancing baju, gantungan kunci, kalung) hingga dekorasi rumah yang estetis.
Praktik Pembuatan: Melatih Ketelatenan
Puncak acara yang paling dinanti adalah sesi praktik langsung. Setiap siswa diberikan kesempatan untuk mengolah potongan tempurung kelapa. Di bawah bimbingan telaten dari para pengrajin Mekar Asri, para siswa belajar tahap-tahap penting seperti:
-
Pengamplasan: Menghaluskan tekstur kasar tempurung.
-
Pemberian Tekstur/Motif: Memahami pola serat kayu yang unik.
-
Finishing: Memberikan sentuhan akhir agar karya tampak mengilap dan menarik.
"Kegiatan ini sangat luar biasa. Anak-anak bisa belajar bahwa sesuatu yang dianggap sampah seperti kulit kelapa, jika disentuh dengan kreativitas dan ketekunan, bisa menjadi karya yang membanggakan," ujar salah satu guru pendamping.
Membangun Jiwa Wirausaha Sejak Dini
Kunjungan ini bukan sekadar jalan-jalan. Dengan melihat langsung proses produksi dan pemasaran di Desa Wisata Kampung Santan, siswa diharapkan mampu menumbuhkan jiwa entrepreneurship (kewirausahaan) serta lebih mencintai produk lokal Indonesia.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan membawa pulang hasil karya masing-masing sebagai kenang-kenangan atas pengalaman berharga di "Bumi Kerajinan Bathok" tersebut.
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin