Sinergi Lintas Sektor dalam MMD II untuk Perencanaan Aksi Penanggulangan Masalah Kesehatan

14 Februari 2026
KKN UAA
Dibaca 616 Kali
Sinergi Lintas Sektor dalam MMD II untuk Perencanaan Aksi Penanggulangan Masalah Kesehatan

Pada hari Jumat, 13 Februari 2026, pukul 16.00 WIB, telah dilaksanakan kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) II sebagai tindak lanjut praktik kebidanan komunitas mahasiswa D3 Kebidanan Semester VI Universitas Alma Ata. Kegiatan ini bertempat di Padukuhan Watugedug, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul. MMD II menjadi forum penting dalam menyampaikan hasil pengkajian lapangan yang telah dilakukan mahasiswa sekaligus merumuskan rencana tindak lanjut bersama masyarakat.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh Ibu Kamituwo, Ibu dosen pembimbing, Ibu bidan, Ibu kader kesehatan, Ibu/Bapak dukuh, Bapak RT, serta tokoh masyarakat Padukuhan Watugedug. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan dukungan dan keterlibatan aktif lintas sektor dalam mendukung upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Partisipasi yang komprehensif ini juga mencerminkan komitmen bersama dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan yang ada di wilayah setempat.

 

Agenda utama dalam MMD II adalah pemaparan hasil pengkajian mahasiswa praktik kebidanan komunitas terkait berbagai permasalahan kesehatan di Dusun Watugedug. Mahasiswa menyampaikan data dan temuan lapangan secara sistematis, meliputi kondisi kesehatan ibu dan anak, perilaku kesehatan masyarakat, serta faktor risiko yang memerlukan perhatian bersama. Penyampaian dilakukan secara terbuka agar masyarakat dapat memahami kondisi riil yang terjadi di lingkungannya.

 

Selain itu, mahasiswa juga memaparkan Planning of Action (POA) atau program kerja yang telah disusun sebagai bentuk penanggulangan terhadap permasalahan yang ditemukan. Program kerja tersebut dirancang berbasis kebutuhan masyarakat dan berfokus pada upaya promotif serta preventif, dengan melibatkan peran aktif kader, bidan, dan dukungan aparat kelurahan. Diskusi interaktif pun berlangsung, di mana tokoh Masyarakat (Bapak/Ibu dukuh dan RT ), pihak kelurahan atau yang mewakili, bidan, dosen, dan kader memberikan masukan konstruktif demi penyempurnaan rencana kegiatan.

 

Melalui pelaksanaan MMD II ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara mahasiswa praktik kebidanan komunitas Universitas Alma Ata dengan masyarakat Padukuhan Watugedug. Dukungan dan kerja sama dari tokoh masyarakat, pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, dosen, serta kader menjadi modal utama dalam merealisasikan program kerja yang telah direncanakan, sehingga praktik kebidanan komunitas dapat berjalan efektif, partisipatif, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat.

 

Â