Jaga Warisan Budaya dan Nilai Religius, Padukuhan Karangber Gelar Kenduri Rajab di Makam Panti Laya
Warga Karangber, Kalurahan Guwosari melaksanakan tradisi Kenduri Rajab pada Minggu, 4 Januari 2026/15 Rajab 1447 Hijriah, bertempat di Makam Panti Laya Padukuhan Karangber, Kalurahan Guwosari. Tradisi ini merupakan warisan budaya leluhur yang telah dilaksanakan secara turun-temurun dan hingga kini tetap dilestarikan oleh masyarakat sebagai bagian dari kehidupan sosial dan keagamaan.
Â
Kegiatan Kenduri Rajab tersebut dihadiri oleh Dukuh Karangber Whewen Lail Shaputra, S.Pd, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga Padukuhan Karangber. Kehadiran berbagai unsur masyarakat menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dan gotong royong dalam menjaga tradisi adat yang telah mengakar di tengah masyarakat.
Â
Dalam sambutannya, Dukuh Karangber menyampaikan bahwa Kenduri Rajab merupakan bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan keselamatan yang telah diberikan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, menjaga kerukunan warga, serta memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat Padukuhan Karangber.
Â
Secara filosofis, tradisi Kenduri Rajab dimaknai sebagai momentum untuk mendoakan arwah para leluhur yang telah berjasa dalam membuka dan menjaga wilayah Padukuhan Karangber. Tradisi ini juga menjadi bagian dari persiapan spiritual dalam menyambut bulan suci Ramadhan, dengan tujuan memperkuat iman, meningkatkan ketakwaan, serta mendorong masyarakat untuk melakukan introspeksi diri dan perbaikan akhlak.
Â
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Dukuh Karangber, kemudian dilanjutkan dengan Dzikir Tahlil dan Doa yang dipimpin oleh Kaum Padukuhan Karangber, Bapak Busrowi. Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan tertib, diikuti oleh seluruh warga yang hadir dengan penuh kekhusyukan.
Â
Selain sebagai kegiatan keagamaan, Kenduri Rajab juga memiliki nilai sosial dan budaya yang kuat. Melalui tradisi sedekah makanan yang dibawa oleh warga, tercipta suasana kebersamaan dan kepedulian sosial, di mana seluruh masyarakat dapat saling berbagi dan menikmati hidangan secara bersama-sama tanpa membedakan latar belakang.
Â
Padukuhan Karangber berharap tradisi Kenduri Rajab ini dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya lokal. Dengan tetap menjaga nilai religius, sosial, dan kearifan lokal, tradisi ini diharapkan mampu memperkuat karakter masyarakat serta mendukung terciptanya kehidupan bermasyarakat yang rukun, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai keimanan di wilayah Kalurahan Guwosari.
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin