Merti Dusun Gandekan Sumambrah Anyar

21 Agustus 2025
KKN UPY
Dibaca 412 Kali
Merti Dusun Gandekan Sumambrah Anyar

Merti Dusun Gandekan Sumambrah Anyar :Simbol Syukur, Kebersamaan, dan Gotong Royong

Tradisi masyarakat Jawa selalu menyimpan makna filosofis yang mendalam. Salah satunya adalah Merti Dusun, sebuah kegiatan adat yang digelar sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rezeki, hasil bumi, dan keselamatan yang telah diberikan. Di Padukuhan Gandekan, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, masyarakat setempat menggelar Merti Dusun Gandekan dengan tema “Sumambrah Anyar”.

Nama Sumambrah Anyar memiliki arti awal baru yang penuh kebersamaan, di mana masyarakat berharap akan tercipta kehidupan yang lebih baik, rukun, dan penuh keberkahan. Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya mengekspresikan rasa syukur, tetapi juga meneguhkan nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong sebagai kekuatan sosial budaya.

Salah satu rangkaian yang menjadi daya tarik utama adalah Bregodo Arya Selarong dan arak-arakan tujuh gunungan. Dalam tradisi Jawa, angka tujuh atau pitu memiliki makna pitulungan, yakni pertolongan dari Tuhan. Gunungan yang disusun dari hasil bumi, makanan, dan berbagai bahan pokok melambangkan kesuburan, rezeki, dan kesejahteraan warga. Setelah prosesi doa dan arak-arakan, gunungan dibagikan kepada warga dengan penuh suka cita, sebagai simbol berbagi berkah.

Tujuh gunungan yang diusung dalam Merti Dusun Gandekan ini bukan sekadar hiasan, melainkan doa kolektif masyarakat agar selalu mendapatkan perlindungan, keberkahan, serta hidup tenteram di tengah berbagai tantangan zaman.

Acara ini semakin istimewa dengan hadirnya sejumlah tokoh penting. Anggota DPRD Bantul, Bapak Sapto Saroso, S.Psi., turut serta memberikan dukungan dan perhatian kepada masyarakat dusun Gandekan. Hadir pula Bapak Lurah Guwosari Bapak Masduki Rahmad, S.IP. serta Panewu Pajangan yang memberikan apresiasi terhadap semangat masyarakat Gandekan dalam melestarikan budaya warisan leluhur serta perangkat desa dan padukuhan. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan bahwa Merti Dusun tidak hanya bernilai kultural, tetapi juga memiliki arti penting dalam memperkuat ikatan sosial antara elemen masyarakat dengan pemerintah.

Penyelenggaraan Merti Dusun ini diprakarsai oleh UKKT Bina Remaja Dusun Gandekan yang menjadi motor penggerak kegiatan sosial dan budaya di tingkat padukuhan. Peran aktif pemuda sangat terlihat, mulai dari persiapan acara, penyusunan gunungan, hingga pentas seni tradisional yang turut memeriahkan rangkaian acara. “Mari kita jadikan sebagai pengingat bahwa budaya adalah identitas kita, dan gotong royong adalah kekuatan kita. Semoga ke depan Dusun Gandekan semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, dan kita semua senantiasa berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa”, Ungkap dari sambutan Saiful Hafidh Ketua UKKT Bina Remaja dusun Gandekan.

Keterlibatan pemuda melalui UKKT menjadi bukti bahwa tradisi bukan hanya milik generasi tua, tetapi juga dapat dijaga, dilestarikan, dan dikembangkan oleh generasi muda agar tetap relevan di masa kini.

Menariknya, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari mahasiswa KKN UPY kelompok 12 yang sedang melaksanakan pengabdian di Dusun Gandekan. Kehadiran mereka menjadi energi tambahan dalam memperlancar jalannya acara. Para mahasiswa ikut serta dalam berbagai peran, mulai dari penari pembawa tumpeng, pengusung gunungan, hingga membantu koordinator lapangan.

Peran mahasiswa KKN tidak hanya sebatas membantu teknis, tetapi juga menunjukkan sinergi antara dunia akademik dengan masyarakat. Kolaborasi ini menjadikan Merti Dusun semakin meriah, tertata, dan penuh makna.

Lebih dari sekadar prosesi adat, Merti Dusun Gandekan Sumambrah Anyar adalah momentum penting untuk memperkuat ikatan sosial warga. Melalui gotong royong, semua elemen masyarakat terlibat, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga orang tua. Hal ini memperlihatkan bahwa tradisi mampu menjadi media pemersatu dan sarana pendidikan karakter bagi generasi muda.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antarwarga, serta sarana melestarikan kearifan lokal di tengah arus modernisasi. Dengan tetap menghidupkan Merti Dusun, masyarakat Gandekan tidak hanya menjaga identitas budaya, tetapi juga meneguhkan nilai-nilai kebersamaan yang menjadi fondasi kehidupan sosial.

Merti Dusun Gandekan Sumambrah Anyar dengan menampilkan budaya Bregodo Arya Selarong dan simbol tujuh gunungan pitulungan merupakan warisan budaya yang sarat makna. Kehadiran tokoh masyarakat, dukungan UKKT Bina Remaja, serta partisipasi mahasiswa KKN UPY menjadikan acara ini lebih semarak dan penuh kebersamaan. Tradisi ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan wujud nyata rasa syukur, harapan akan masa depan yang lebih baik, serta bukti bahwa budaya mampu menyatukan lintas generasi.

Merti Dusun Gandekan Sumambrah Anyar
Merti Dusun Gandekan Sumambrah Anyar
Merti Dusun Gandekan Sumambrah Anyar