Pemanfaatan Buah Sawo Untuk Gizi dan Peluang Usaha Di Kentolan Lor

11 Agustus 2025
KKN UPY
Dibaca 338 Kali

Buah sawo yang banyak dijumpai di Padukuhan Kentolan Lor, Guwosari, Pajangan, Bantul tidak hanya memiliki rasa manis yang khas, tetapi juga menyimpan potensi besar untuk dimanfaatkan dalam berbagai olahan bergizi dan bernilai ekonomi. Melalui dua kegiatan utama, mahasiswa KKN dari Kelompok 11 Universitas PGRI Yogyakarta mencoba menarik perhatian terhadap potensi lokal buah sawo selama minggu kedua ini. Selain menciptakan peluang usaha bagi penduduk setempat, langkah ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan gizi balita.

Mahasiswa memperkenalkan MPASI jus sawo inovatif pada acara Posyandu Balita yang diadakan di Posko KKN. Produk ini dibuat sepenuhnya dari buah sawo segar dan susu yang aman untuk balita dibawah umur lima tahun yang diserahkan langsung kepada ibu-ibu. Mahasiswa juga mengirimkan video tutorial melalui grup posyandu tentang cara membuat jus sawo untuk membantu ibu-ibu belajar dan berlatih di rumah. Kegiatan ini memberikan alternatif alami, bergizi, dan hemat biaya untuk pemberian makanan pendamping ASI bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Sementara itu, di kelompok Dasawisma RT 2 Kentolan Lor, mahasiswa melakukan demonstrasi langsung pembuatan puding sawo. Mahasiswa mendemonstrasikan cara membuat puding sawo yang lezat, sehat, dan memiliki daya tarik jual. Puding ini berpotensi menjadi peluang bisnis rumahan, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus memperkenalkan buah lokal Kentolan Lor kepada masyarakat luas.

Melalui kedua program ini, KKN Kelompok 11 Universitas PGRI Yogyakarta berharap dapat menginspirasi warga untuk memanfaatkan hasil pertanian dengan lebih baik di daerah mereka sendiri. Penggunaan buah sawo tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga menciptakan potensi pengembangan ekonomi masyarakat. Harapannya, warga setempat dapat melanjutkan dan mengembangkan upaya dasar ini, sehingga buah lokal Kentolan Lor dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi semua lapisan masyarakat.