Pelatihan Pengelolaan Jaring Aspirasi Warga, Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Partisipatif

23 Juli 2025
FRAN KURNIAWAN
Dibaca 340 Kali
Pelatihan Pengelolaan Jaring Aspirasi Warga, Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Partisipatif

Dalam upaya mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan kalurahan yang lebih transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, Kalurahan Guwosari menggelar Pelatihan Pengelolaan Jaring Aspirasi pada hari Selasa (tanggal dapat disesuaikan), bertempat di Aula Kalurahan Guwosari. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Reformasi Birokrasi dan didanai melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Dana Keistimewaan DIY.

Pelatihan ini secara khusus menyasar peningkatan kapasitas kelembagaan Badan Permusyawaratan Kalurahan (Bamuskal) dalam menyerap, mengelola, dan menindaklanjuti aspirasi warga secara sistematis. Hal ini menjadi penting dalam mewujudkan pemerintahan kalurahan yang demokratis dan inklusif.

Dalam sambutannya, Lurah Guwosari, Masduki Rahmad, SIP., menekankan peran strategis Bamuskal sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah kalurahan. Menurutnya, Bamuskal tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pengawas, tetapi juga sebagai pengawal aspirasi masyarakat agar dapat diakomodasi dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan kalurahan.

Materi pelatihan disampaikan oleh narasumber dari Balai Pemerintahan Kalurahan (Pemdes) DIY, Titus Teguh Basuki, S.T., M.Sc., yang memberikan pemaparan mendalam terkait prinsip-prinsip dasar partisipasi publik, teknik penjaringan aspirasi, serta strategi komunikasi efektif antar lembaga dan masyarakat.

Titus menekankan bahwa keberhasilan pembangunan desa atau kalurahan sangat bergantung pada sejauh mana warga dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.

Salah satu poin penting dalam pelatihan ini adalah pengenalan metode penjaringan aspirasi secara hybrid, yakni melalui kombinasi antara metode online dan mekanisme tertulis/manual. Hal ini dimaksudkan agar proses penjaringan dapat menjangkau lebih banyak warga, termasuk kelompok rentan yang mungkin kesulitan hadir secara langsung.

Selain teori, peserta juga diajak untuk menyusun rencana tindak lanjut penjaringan aspirasi di wilayah masing-masing, dengan mempertimbangkan karakteristik sosial dan geografis padukuhan.

Pelatihan ditutup dengan diskusi reflektif dan penyusunan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui tata kelola yang lebih terbuka, adaptif, dan berbasis kebutuhan warga.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari peserta yang sebagian besar merupakan anggota Bamuskal, staf kalurahan, dan perwakilan tokoh masyarakat. Harapannya, pelatihan ini tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi benar-benar dapat diimplementasikan dalam kerja-kerja kelembagaan sehari-hari demi kemajuan Kalurahan Guwosari.

Pelatihan Pengelolaan Jaring Aspirasi Warga, Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Partisipatif
Pelatihan Pengelolaan Jaring Aspirasi Warga, Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Partisipatif