Harmoni di Panggung Kethoprak: “Langgeng Budoyo” Wadah Kreatif Penguatan SDM Pariwisata Bantul
Sinergi Krativitas dan Kolaborasi Tokoh Masyarakat, PecintaSeni, dan Masyarakat dalam Menguatkan Kapasitas Pengelola Daya Tarik Wisata Unggulan Melalui Seni Tradisi
KALAKIJO, GUWOSARI, BANTUL - Seni tradisi kethoprak kembali membuktikan diri sebagai media pembelajaran penuh nilai-nilai luhur. Dalam pelatihan “Pengikatan Kapasitas SDM Pengelola Daya Tarik Wisata Unggulan Kabupaten Bantul,” kelompok Kethoprak “Langgeng Budoyo” menghadirkan pendekatan unik; memadukan hiburan, pendidikan, dan pelestarian budaya dalam satu panggung yang penuh nilai
Menariknya, pementasan ini tidak hanya melibatkan seniman profesional, tetapi juga mengajak para tokoh masyarakat, pecinta seni, serta warga lokal untuk berpartisipasi aktif. Kolaborasi lintas peran ini menciptakan suasana pelatihan yang hidup, interaktif, dan penuh semangat kebersamaan.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, seniman, tokoh masyarakat, dan warga ini menjadi contoh nyata pembangunan pariwisata berbasis budaya. Dengan menghidupkan kembali semangat “Langgeng Budoyo” yang berarti budaya yang lestari, Kabupaten Bantul membangun model pelatihan SDM pariwisata yang tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga memperkuat karakter dan identitas budaya.
Diharapkan, pendekatan kreatif ini terus dilanjutkan. Karena di atas panggung kethoprak, setiap tawa, tembang, dan dialog bukan hanya menghibur, tetapi juga mengajarkan tentang nilai, harmoni, dan semangat gotong royong , fondasi sejati dari pariwisata Bantul yang berkelanjutan dan berkarakter.
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin