Optimalkan Peran Masyarakat, Kalurahan Guwosari Gelar Pelatihan Musyawarah Kalurahan

21 Oktober 2025
BAMUSKAL GUwosari
Dibaca 255 Kali
Optimalkan Peran Masyarakat, Kalurahan Guwosari Gelar Pelatihan Musyawarah Kalurahan

Guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang partisipatif dan efektif, Kalurahan Guwosari menyelenggarakan Pelatihan Musyawarah Kalurahan (Muskal) pada Selasa (21/10) malam. Bertempat di Aula Kalurahan Guwosari, kegiatan ini menyasar penguatan kapasitas bagi Lurah, Pamong, Bamuskal, serta unsur masyarakat dalam memahami alur dan etika bermusyawarah.

Kegiatan yang dibuka oleh Bapak Nur Cholis ini didanai melalui Dana Keistimewaan DIY Tahun 2025. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat institusi lokal di tingkat kalurahan.

Lurah Guwosari, Bapak Masduki Rahmad, S.I.P., dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada Bamuskal atas inisiasi pelatihan ini. Beliau menekankan pentingnya bagi seluruh elemen kalurahan untuk memahami lima kapasitas instrumen pemerintahan.

"Seluruh peserta, baik Pamong maupun Bamuskal, harus memahami regulasi serta memiliki kapasitas ekstraktif, distributif, responsif, dan jaringan yang kuat. Pelatihan ini bertujuan agar masyarakat paham bagaimana proses musyawarah yang benar serta bagaimana cara menyampaikan ide gagasan secara efektif," tegas Bapak Masduki.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Bamuskal Guwosari, Bapak H. Muhaimin, S.Th.I.M.H., menjelaskan bahwa Musyawarah Kalurahan merupakan forum tertinggi dalam mengambil keputusan strategis. Ia memaparkan bahwa alur Muskal harus dilalui secara tertib, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga tindak lanjut hasil keputusan.

Bapak H. Muhaimin menyampaikan bahwa "Peserta Muskal terdiri dari Bamuskal, Pemerintah Kalurahan, LKK, dan unsur masyarakat. Sinergi antar unsur ini sangat menentukan kualitas keputusan yang diambil.”

Hadir sebagai narasumber, Ketua Bamuskal Tirtonirmolo, Bapak Ganjari, S.Pd., membagikan pengalaman teknis mengenai pelaksanaan Muskal. Beliau memaparkan tiga jenis musyawarah berdasarkan urgensinya: Muskal Terencana, Muskal Khusus, dan Muskal Insidental.

Salah satu poin menarik yang dibagikan adalah mengenai tata posisi persidangan. Di Kalurahan Tirtonirmolo, seluruh anggota Bamuskal duduk di barisan paling depan berhadapan dengan peserta. "Ini adalah simbol tanggung jawab dan kedudukan lembaga, sekaligus memudahkan interaksi selama musyawarah berlangsung," jelas Bapak Ganjari.

Melalui pelatihan ini, diharapkan setiap Musyawarah Kalurahan di Guwosari ke depan tidak hanya sekadar formalitas, namun mampu menghasilkan keputusan strategis yang sah secara hukum dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (Venni)

Optimalkan Peran Masyarakat, Kalurahan Guwosari Gelar Pelatihan Musyawarah Kalurahan
Optimalkan Peran Masyarakat, Kalurahan Guwosari Gelar Pelatihan Musyawarah Kalurahan