Budaya Kenduri Selikuran Di Kembanggede
Budaya kenduri 21 Ramadan di Padukuhan Kembanggede dilaksanakan di rumah Bapak Widayanto selaku Dukuh Kembanggede pada Selasa, 10 Maret 2025. Kegiatan ini dimulai pada pukul 17.00 WIB dan diikuti oleh warga masyarakat Padukuhan Kembanggede.
Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT serta bentuk pelestarian tradisi masyarakat dalam menyambut malam-malam istimewa di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Tradisi kenduri pada malam ke-21 Ramadan atau yang dikenal dengan istilah malam selikuran memiliki makna sebagai momentum menyambut datangnya malam Lailatul Qadar yang diyakini sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga, meningkatkan kebersamaan, serta menumbuhkan semangat berbagi dan gotong royong di tengah masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana doa bersama agar masyarakat senantiasa diberikan keberkahan dan keselamatan.
Budaya ini merupakan agenda rutin yang selalu dilaksanakan setiap tanggal 21 bulan Ramadan oleh masyarakat Padukuhan Kembanggede.
Dalam pelaksanaannya, masing-masing kepala keluarga membawa satu besek nasi kenduri yang kemudian dikumpulkan dan didoakan bersama. Acara juga diisi dengan tahlil dan pengajian yang dipimpin oleh Kaum Rois.
Di penghujung acara, setiap kepala keluarga menerima satu besek nasi kenduri secara acak. Meski isi besek berbeda-beda, hal tersebut justru mencerminkan keberagaman sekaligus kebersamaan masyarakat dalam berbagi rezeki dan menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin