Lebaran Meriah di Kembanggede: Panjat Pinang Jadi Tradisi Wajib

Lebaran di Padukuhan Kembanggede, Kalurahan Guwosari, Pajangan, Bantul selalu dirayakan dengan cara yang unik. Selain silaturahmi dan berkumpul bersama keluarga, warga di sini menggelar berbagai kegiatan yang puncaknya adalah panjat pinang dengan hadiah menarik di puncaknya.
Bagi masyarakat setempat, Idulfitri terasa belum lengkap tanpa panjat pinang, atau yang mereka sebut plorotan—berasal dari bahasa Jawa yang berarti meluncur turun. Tradisi yang sudah berlangsung sejak tahun 1980-an ini bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga ajang mempererat kebersamaan, terutama bagi para pemudik yang jarang pulang kampung.
Tahun ini, rangkaian acara digelar pada Kamis, 3 Maret 2025, di Lapangan Kembanggede. Kegiatan dimulai sejak pagi dengan jalan sehat yang diikuti oleh warga dari berbagai usia. Setelah itu, suasana semakin meriah dengan berbagai permainan seru untuk anak-anak. Sebagai puncaknya, panjat pinang digelar pada sore hari, menjadi ajang yang paling dinanti-nantikan.
Berbagai hadiah telah digantungkan sejak Rabu malam, mulai dari pakaian, minuman, uang tunai, hingga hadiah kejutan lainnya. Setiap tahun, panjat pinang ini selalu digelar, dan setiap tahun pula, tak ada yang bisa menebak siapa yang akan berhasil mencapai puncak.
Setelah berkali-kali mencoba memanjat batang pinang yang licin bersama tim beranggotakan delapan orang, akhirnya Bapak Bejo berhasil mencapai puncak menjelang waktu Maghrib. Kemenangan ini disambut dengan sorak-sorai meriah dari warga yang sejak sore telah menyaksikan perjuangan para peserta.
Meski penuh tantangan, panjat pinang tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi Lebaran di Kembanggede. Bagi warga, bukan hanya hadiahnya yang dinanti, tetapi juga kebersamaan, keceriaan, dan cerita yang selalu dikenang setiap tahunnya.
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin